Bagaimana Cara Mengolah Limbah Hasil Produksi Industri ?
Perkembangan dunia industri saat ini berkembang sangat pesat. Oleh karena itu dibutuhkan kesiapan dari berbagai bidang seperti Sumber Daya Manusia, Sumber Daya Alam, dan Sumber Daya Modal. Sumber daya-sumber daya ini dibutuhkan dalam rangka membuat hasil produktivitas yang semakin meningkat. Hal ini banyak terjadi pada industri di Indonesia dan industri di luar negeri. Sebagai contoh adalah industri manufaktur dalam bidang pembuatan makanan dan minuman. Maka dapat dipastikan bahwa kebutuhan akan sumber-sumber daya ini sangat besar. Namun amat disayangkan sekali hubungan antara pengolahan produksi yang sangat pesat tidak dibarengi pula dengan pengolahan limbah hasil produksi industri itu dengan ramah.
Oleh karena itu disini akan dipaparkan bagaimana cara mengolah limbah hasil produksi industri. Salah satu limbah dari hasil produksi adalah limbah cair. Limbah cair ini dapat ditanggulangi dengan cara bioetanol yaitu dengan proses aerobik dan anaerobik. Caranya yaitu dengan memanfaatkan mikroba dimana cemaran organik dari limbah diolah menjadi biogas dan manfaat lainnya keluaran itu tidak mengotori lingkungan. Keunggulannnya adalah tidak memerlukan bahan kimia, tapi dengan memanfaatkan apa yang ada di alam namun dipercepat dengan menggunakan bioreaktor.

Teknik Pengolahan Limbah Air Industri
Industri baik di Indonesia maupun di luar negeri kini harus lebih memperhatikan dalam mengolah limbah air dari hasi pengolahan produk. Hal ini disebabkan karena pembuangan dan pengolahan yang tidak baik dan tidak tepat dapat mencemari lingkungan, khususnya lingkungan air. Untuk itu diperlukan teknik yang baik dan tepat dalam melakukan pengolahan limbah air industri. Teknik pengolahan limbah ini dibagi menjadi lima tahap. Tahap pertama yaitu tahap awal. Dalam tahap ini melibatkan proses fisik yang bertujuan untuk menghilangkan padatan tersuspensi dan minyak dalam aliran air limbah. Beberapa proses pengolahan yang berlangsung pada tahap ini ialah screen and grit removal, equalization and storage, serta oil separation. Pengolahan Tahap Pertama (Primary Treatment). Pada dasarnya, pengolahan tahap pertama ini masih memiliki tujuan yang sama dengan pengolahan awal. Letak perbedaannya ialah pada proses yang berlangsung. Proses yang terjadi pada pengolahan tahap pertama ialah neutralization, chemical addition and coagulation, flotation, sedimentation, dan filtration.
# Pengolahan Tahap Kedua (Secondary Treatment)
Pengolahan tahap kedua dirancang untuk menghilangkan zat-zat terlarut dari air limbah yang tidak dapat dihilangkan dengan proses fisik biasa. Peralatan pengolahan yang umum digunakan pada pengolahan tahap ini ialah activated sludge, anaerobic lagoon, tricking filter, aerated lagoon, stabilization basin, rotating biological contactor, serta anaerobic contactor and filter.
Pengolahan Tahap Ketiga (Tertiary Treatment). Proses-proses yang terlibat dalam pengolahan air limbah tahap ketiga ialah coagulation and sedimentation, filtration, carbon adsorption, ion exchange, membrane separation, serta thickening gravity or flotation. Pengolahan Lumpur (Sludge Treatment). Lumpur yang terbentuk sebagai hasil keempat tahap pengolahan sebelumnya kemudian diolah kembali melalui proses digestion or wet combustion, pressure filtration, vacuum filtration, centrifugation, lagooning or drying bed, incineration, atau landfill. Read more

Majalah Waste Management World
Majalah Waste Management World adalah publikasi internasional terkemuka global untuk industri pengelolaan limbah.
Majalah Waste Management World menyampaikan berita terbaru dan perkembangan global dari seluruh industri. Artikel laporan mengenai proyek-proyek internasional, praktik terbaik, perkembangan teknologi, tren dan perundang-undangan. Setiap masalah meliputi pengolahan limbah biologis, pengumpulan dan transportasi, daur ulang dan minimisasi limbah, sanitasi TPA dan pengolahan limbah termal.
Read more

Pengunjung datang dengan kata kunci :

